Hanura

Trauma Sukhoi

 MINGGU, 27 MEI 2012 , 10:47:00 WIB

Trauma Sukhoi

Kimberly Ryder-Asha Shara-Asmirandah-Poppy Sovia

RMOL. Jatuhnya Sukhoi Superjet-100 di Gunung Salak, bikin Indonesia menangis. Juga menyisakan rasa trauma mencekam di tengah kondisi transportasi nasional yang memprihatinkan. Para seleb pun minta pemerintah dan otoritas terkait serius berbenah.

Kimberly Ryder, Hard Landing Marahi Pilot

Kimberly Ryder ternyata memiliki pengalaman buruk saat naik pesawat. Bintang film The Witness ini pernah merasa takut ketika pesawat yang ditumpanginya kurang sempurna saat mendarat.

“Pernah pas landing-nya, gubrak gitu. Ih, bikin takut kalau rodanya patah,” kata Kimberly.

Saat itu, tanpa ragu Kimberly lang­sung menegur pramugari mas­kapai penerbangan yang ditumpanginya. Itu dilakukan agar pilot yang mengendarai pesawat lebih profesional.

 “Aku pernah marahi pilotnya me­lalui pramugari, ‘Bilangin dong sama pilotnya belajar lagi, itu tadi landing-nya parah banget’,” ungkap wanita blasteran Inggris ini.

Meski begitu, dia mengaku tidak trauma kembali naik pesawat. Namun yang pasti, sejak kejadian itu membuat Kimberly jadi lebih hati-hati memilih maskapai penerbangan yang akan ditumpanginya.

“Ya bagaimana ya, aku kan kalau ke mana-mana pakai pesawat juga ya. Iya, suka pilih-pilih maskapai penerba­ngan,” tandasnya.

“Beda maskapai beda harga. Mung­kin ada yang lebih, pilotnya lebih berpengalaman jadi beda daripada yang lain. Karena itu lebih mahal,” sambung Kimberly.

Bagaimana kalau ingat insiden sedahsyat Sukhoi? Pemilik nama Kimberly Alvionnella ini hanya bisa pasrah. Ia hanya bisa memilih maskapai yang terbaik setelah itu ia serahkan semuanya kepada Tuhan.

“Kalau mau kemana-mana kan naik pesawat. Paling cuma bisa pilih maskapai. Abis itu berdoa dan pasrah saja. Mau gimana lagi aku kalau kemana-mana memang biasa naik pesawat,” tuturnya.

“Aku juga ikut prihatin kepada korban. Semoga bisa diselesaikan semua misalnya asuransi. Sebab dan kenapa Sukhoi bisa jatuh juga harus cepat ditemukan dan dijelaskan kepada masyarakat ya,” tutupnya.

Asha Shara, 45 Meninggal Itu Banyak Lho...

Jatuhnya Sukhoi di Gunung Salak bukan musibah biasa. Ada banjir tangis duka dan misteri bagaimana pesawat canggih Rusia itu bisa jatuh.

“45 orang meninggal itu jumlah tak sedikit lho. Kasihan korbannya be­ragam. Ada pilot, pramugari, praktisi pe­nerbangan, wartawan, sampai finalis putri Indonesia. Tapi balik lagi mung­kin ini sudah takdir-Nya,” tutur Asha Shara.

“Dua minggu lebih, masyarakat disuguhi berita mulai awal kecelakaan, proses evakuasi, respons keluarga korban sampai ditemukan blackbox. Ini kecelakaan nasional dan nyangkut nama dua negara besar. Kita tahu pesawat canggih ini bakal banyak dibeli maskapai penerbangan kita,” lanjut pesinetron berdarah Arab-Aceh ini.

Tapi syukur lah, sejauh ini Asha belum merasakan pengalaman tak enak dengan moda transportasi massal. Bedanya lagi dengan kebanyakan orang, Asha justru menilai secara umum pelayanan publik cukup baik.

So far, pelayanan aku dapat cukup baik. Mungkin, mereka berusaha buat konsumen nyaman. Kalau ada bilang, banyak kendaraan bermasalah, nggak juga lah. Tapi kita juga harus pintar, pilih jawatan transportasi,” akunya.

Bintang film Terowongan Casa­blanca ini juga melihat pemerintah cukup sigap menyikapi kecelakaan Sukhoi. “Aku kok lihat pemerintah gerak cepat. Mereka sigap koor­dinirkan Tim SAR, relawan, tentara, polisi, PMI buat pencarian, evakuasi, nanganin, hingga otopsi korban. Mereka sudah bekerja maksimal di medan terjal,” terangnya.

Pemain FTV Cinta Lari lari ini mengajak masyarakat agar berkaca diri dari banyaknya kecelakaan transportasi sampai tahun ini.

“Nggak tahu ya kenapa banyak bencana, kerusuhan, banjir, kece­lakaan. Mungkin kita perlu intro­speksi diri,” ucap Asha.

Sikap saling menyalahkan ketika kecelakaan terjadi juga dianggap Asha tak ada untungnya. Lebih baik fokus day by day benahi moda tran­spor­tasi dengan kemampuan yang ada.

“Kita coba perbaiki teknisnya. Mungkin kondisi kendaraan kurang bagus atau apa. Perlu dicek tiap hari. Jangan pas ada kecelakaan, semua ribut cari pembenaran dan salahkan pihak lain. Terpenting, kita perlu dekatkan diri ke Tuhan. Semua perlu perhatikan supaya nggak terjadi lagi,” pungkasnya.

Asmirandah, Percaya Takdir

Beruntung Asmirandah (Andah) punya adrenalin tinggi. Dia penyuka ketinggian. Jadi kecelakaan Sukhoi Superjet-100 tak membuatnya lantas takut naik pesawat.

“Aku baik-baik saja, nggak pernah merasa takut. Suka ke­tinggian. Selama nggak muter-muter terbangnya,” kata Andah.

Memang sih, mantan pacar Dude Herlino ini pernah me­ngalami pengalaman terbang dalam kondisi cuaca yang bu­ruk, namun dia lebih mem­per­cayai pilot menerbangkan pesawat.

 “Pernah beberapa kali, tapi aku selalu tenang meskipun cuaca buruk. Aku percaya sama yang membawa pesawat,” jelasnya.

 Namun, dia mengaku takut de­ngan apa yang akan terjadi dalam dirinya. Menurutnya, semua yang terjadi telah ditakdirkan.

 “Kalau takdir meninggal, ya meninggal saja. Maaf ya aku mengatakan begitu. Karena aku percaya Allah. Jadi apa pun yang terjadi atas izin Allah. Kalau masih sayang, pasti juga nyawa kita masih tetap ada,” tukas sutradara film pendek Aku Ingin Kamu ini.Kondisi trans­por­tasi di negeri ini boleh di­bilang memprihatinkan. Tapi Andah tak mau terlalu me­ngeluh. Toh dara blasteran Be­landa dan Garut ini sudah ter­biasa tak bergantung pada mo­bil untuk hilir mudik.

“Aku orangnya bukan pe­nggila mobil. Sebelumnya juga biasa naik angkot, bus, bajaj,” ceritanya singkat.

Andah mengingatkan oto­ritas tranportasi untuk meno­morsatukan konsumen. Ini melihat buruknya standar pelayanan transportasi publik yang diperparah jumlah kece­lakaan yang terus meningkat.

“Memprihatinkan memang, bagaimana konsumen, pe­numpang jadi korban sia-sia,” cetusnya.

Setahu Andah, konsumen transportasi sudah dilindungi Undang-undang dan peraturan lainnya. Tapi entah kenapa setiap terjadi kecelakaan, nyawa konsumen jadi terasa kecil.

“Manajemen dan SDM transportasi mendesak dibe­nahi lah. Kasihan nanti makin banyak kecelakaan,” ujar Andah.

Di tengah buruknya kualitas transportasi umum, ma­syarakat berada dalam posisi ter­jepit karena tidak bisa memilih alternatif moda transportasi.

“Jelas masyarakat sangat kecewa. Tapi sudah bingung mau naik apa lagi yang aman. Solusinya ada pada pe­me­rintah. Situasi di mana ma­syarakat tidak memiliki pilihan lain, jangan dijadikan alasan untuk membiarkan kualitas­nya seperti ini,” tuntasnya.

Poppy Sovia, Jatuh Bukan Karena Mistis

Jatuhnya Sukhoi di Gunung Salak kerap dikaitkan dengan hal-hal mistis. Tapi Poppy Sovia tidak terlalu memper­cayainya.

“Terkadang aku bingung orang-orang kok pada takut. Aku dari kecil sudah diajarkan nyokap untuk tidak takut apa pun. Hantu alhamdulillah aku santai banget,” katanya.

Meskipun tidak percaya dan tidak takut akan hal-hal mistis, Poppy percaya jika alam gaib yang dihuni oleh bangsa jin dan sejenisnya itu ada.  “Kalau di ki­tab sih ada kita harus mem­per­cayainya,” cetus gadis tomboy ini.

Takdir kematian, jodoh, dan rezeki menurut Poppy adalah kuasa Tuhan. Manusia hanya bisa berdoa agar diberikan keselamatan.

Bintang film Hysteria ini berharap, insiden Sukhoi bisa menggerakkan hati pemerintah untuk serius membenahi sara­na transportasi massal di tanah air. Pembenahan perlu dila­kukan agar tak terjadi kecelakaan serupa yang menelan banyak korban.

“Nggak cuma pesawat yang disorot. Banyak bis, metro­mini, kereta api sudah nggak layak pakai. Body-nya com­pang-cam­ping, karatan. Mi­ring-miring. Sering aku lihat lampu remnya tinggal dan nggak punya lampu sein tapi dipak­sakan jalan. Makanya masih sering banyak kece­lakaan,” kata Poppy.

Selain meminta pengawasan transportasi yang tak layak pakai, gadis penyuka tato ini berharap kepolisian tegas menindak supir yang ugal-uga­lan di jalanan. Poppy mengaku sering berkonflik di jalanan karena pengemudi yang men­jalankan kendaraan seenaknya.

“Aku sekarang bawa mobil jadi sudah jarang naik bis atau taksi. Tapi aku sering konflik dengan pengemudi angkutan. Apa­lagi bemo, dia itu suka belok seenaknya,” ujar Poppy.

Setelah insiden Sukhoi apa jadi takut naik pesawat?  “Al­ham­dulillah, seingatku nggak per­nah naik pesawat yang ham­pir jatuh,” jawabnya bercanda.

Menurut Poppy, jumlah armada transportasi masih belum sesuai dengan jumlah orang yang membutuhkan angkutan massal.

“Rasionya masih jomplang. Makanya masih banyak orang berdesakan di bis. Kadang lihat penumpang di halte busway bertumpuk,” tuturnya.

Jika pemerintah serius mem­benahi transportasi massal kemacetan di Jakarta bisa ter­urai. Orang akan pelan-pelan meninggalkan mobil pribadi dan beralih ke transportasi massal.

“Kalau niat pasti bisa. Sekarang MRT aja tinggal jadi tugu. Kalau angkutan sudah layak aku kira pasti banyak orang pindah naik angkutan biasa,” tandasnya.   [Harian Rakyat Merdeka]


Komentar Pembaca
Maria Selena, Berharap Cinta Kevin

Maria Selena, Berharap Cinta Kevin

SELASA, 14 AGUSTUS 2018

Lindsay Lohan, Menyesal Sindir Korban Pelecehan
Putri Marino, Jengah Ditanya Hamil Duluan
Agnez-Heff Go Public

Agnez-Heff Go Public

SENIN, 13 AGUSTUS 2018

HyunA, Lecehkan Junior Lelaki

HyunA, Lecehkan Junior Lelaki

SENIN, 13 AGUSTUS 2018

Julie Estelle, Mau Cantik Harus Sehat

Julie Estelle, Mau Cantik Harus Sehat

SENIN, 13 AGUSTUS 2018

#PolitisiOnTheRoad: Kasus Ahok Gak Bikin Kapok
UBK Luruskan Sejarah Kemerdekaan

UBK Luruskan Sejarah Kemerdekaan

, 13 AGUSTUS 2018 , 19:00:00

Hapus Ambang Batas Nyapres

Hapus Ambang Batas Nyapres

, 08 AGUSTUS 2018 , 14:37:00

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

Surat Keterangan PN Sleman Buat Mahfud MD

, 09 AGUSTUS 2018 , 17:24:00

Tegang Saat Prabowo Masuk

Tegang Saat Prabowo Masuk

, 10 AGUSTUS 2018 , 16:40:00