Sarah Idan, Sohib Miss Israel, Diancam Dibunuh

 SELASA, 19 DESEMBER 2017 , 12:05:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sarah Idan, Sohib Miss Israel, Diancam Dibunuh

Sarah Idan/Net

RMOL. Sarah Idan, wanita yang mewakili Irak dalam ajang Miss Universe 2017, mengung­kapkan bahwa keluarganya dipaksa untuk mengungsi dari negaranya di tengah teror set­elah ia mengunggah sebuah swafoto bareng Miss Israel Adar Gandelsman.
Niat Idan untuk mempro­mosikan perdamaian antara Irak dan Israel yang tengah berperang ternyata tidak di­terima baik oleh sebagian masyarakat.

Menurut Gandelsman yang hingga kini masih berkontak dengan Idan, sang puteri Irak dan keluarganya telah men­erima ancaman pembunuhan dari orang Irak.

"Orang-orang membuat an­caman pembunuhan kepadanya dan keluarganya bahwa jika dia tidak pulang ke rumah dan menghapus foto-fotonya, mere­ka akan menanggalkan titelnya (Miss Irak), dan bahwa mereka akan membunuhnya," ungkap Gandelsman kepada Israeli TV, melansir AceShowbiz.

"Karena ketakutan, mereka pergi hingga, paling tidak, situ­asinya membaik," imbuhnya.

Idan, yang tinggal di Amerika, kemudian mengunggah cuitan di akun Twitter miliknya. "Saya bukan orang pertama maupun yang terakhir yang menghadapi persekusi atas sebuah per­masalahan kebebasan personal. Jutaan wanita Irak hidup dalam ketakutan. #bebaskanwani­taIrak," ujarnya seraya meny­ertakan tautan hasil wawancara Gandelsman.

Foto swafoto yang diunggah itu diambil saat keduanya me­wakili negaranya masing-masing di malam penganugerahan Miss Universe 2017 yang digelar di Tokyo pada November lalu.

Dalam foto yang telah disukai oleh lebih dari 7 ribu orang di Instagram itu, Idan menulis keterangan," Damai dan cinta dari Miss Iraq dan Miss Israel."

Idan, yang mengaku pernah mengabdi sebagai tentara Irak dan Amerika bercerita, awalnya Gandelsman meminta untuk berfoto bersama dirinya dan menyetujuinya karena ia juga mengharapkan perdamaian dan ingin bersama-sama menyam­paikan pesan tersebut.

"Foto ini tidak berarti bahwa saya mendukung pemerintah Israel atau kebijakan-kebijakan mereka terhadap negara-negara Arab. Saya minta maaf kepada semua orang yang melihat ini se­bagai sebuah ejekan kepada orang-orang Palestina, karena bukan itu tujuannya," ujarnya. ***

Komentar Pembaca
Jokowi Gagal Bangun Politik Kebangsaan

Jokowi Gagal Bangun Politik Kebangsaan

, 18 JANUARI 2018 , 19:00:00

KPU Tetap Lakukan Verifikasi Faktual

KPU Tetap Lakukan Verifikasi Faktual

, 18 JANUARI 2018 , 17:00:00

Sabam Sirait Dilantik

Sabam Sirait Dilantik

, 15 JANUARI 2018 , 16:34:00

Pelantikan KSAU Baru

Pelantikan KSAU Baru

, 18 JANUARI 2018 , 01:04:00

Minta OSO Pidato Di HPN

Minta OSO Pidato Di HPN

, 16 JANUARI 2018 , 18:15:00